Kamis, 05 November 2020
Apakah Jumlah itu Nakirah atau Makrifah
Sabtu, 31 Oktober 2020
Perbedaan Antara الرَوح dan الرُوح
Didalam Al-Qur'an terdapat kata-kata الروح dengan makna yang berbeda-beda tergantung harkat awalnya, jika harkat awalnya dhummah maka akan bermakna dengan jiwa manusia ataupun juga bisa bermakna dengan makalikat jibril, tergantung siyaq kalamnya.
Namun jika kalimat tersebut berhakat fatah maka dia akan bermakna rahmat.
Contohnya sebagai berikut :
وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kalian diberi pengetahuan melainkan sedikit"
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
يَابَنِىَّ ٱذْهَبُوا۟ فَتَحَسَّسُوا۟ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوا۟ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ
Hai anak-anakku, pergilah kalian, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah
Indahnya Bahasa Arab dengan kekayaannya.
Sabtu, 24 Oktober 2020
Tanda Khusus bagi Isim
Faidah.
Dalam kitab Mukhtasar tanda isim hanya disebutkan 5 saja. Mengapa demikian ???
🔹 Isnad terkhusus pada isim dikarenakan Musnad ilaih tidak ada kecuali dianya berbentuk isim.
🔹 Jar terkhusus pada isim dikarenakan Majrur adalah Mukhbar 'anh pada makna dan Mukhbar 'anh hanya pada ada pada isim.
🔹 Izafah terkhusus pada isim dikarenakan dia pada makna isnad.
🔹 Alim lam (ال) terkhusus pada isim dikarenakan asalnya untuk memakrifahkan dan makrifah hanya pada isim.
🔹 Nida terkhusus pada isim dikarenakan dia adalah maf'ul bih dan maf'ul hanya pada isim.
Ref. Al-Muhith
Muhammad Al-Anthaki
Jumat, 23 Oktober 2020
Hal (الحال)
Rabu, 21 Oktober 2020
Na'at
النعت هو التابع المشتق او المؤول به المباين للفط متبوعه
▶ Naat adalah sebuah isim yang menyertai dengan kalimat sebelumnya yang berupa isim musytak (isim fail, isim maf'ul) atau muawwal bil musytak (isim isyarah, isim mausul) untuk menjelaskan matbuknya.
▶ Naat terbagi dalam 5 macam !
1. Naat Mufrad.
Contoh : جاء زيد الشاعر
2. Naat Jumlah Fi'liyah.
Contoh : جاء رجل يحمل معه كتابا
3. Naat Jumlah Ismiyah.
Contoh : جاء رجل ثوبه جديد
4. Naat Dharaf.
Contoh : رأيت عصفورا فوق الشجرة
5. Naat Jar-Majrur.
Contoh : رأيت عصفورا على الشجرة
▶ Adapun pada jumlah fi'liyah dan ismiyah disyaratkan bahwa man 'utnya berupa nakirah. Jika kalimat sebelum jumlah berupa ma'rifah maka dii'rab sebagai hal bukan na'at, dikarenakan Jumlah beposisi pada posisi nakirah. Dan nakirah tidak disifatkan kecuali pada nakirah.
▶ Dalam Qaidah :
الجمل بعد النكرات صفات و بعد المعارف أحوال
Sabtu, 12 September 2020
Pembagian Huruf Jar (في)
Huruf ini terbagi dalam 2 bagian.
1. Huruf jar asli.
Kalimat في yang menjadi huruf jar asli mempunyai 8 makna.
a. Dharfiyah, adakala makaniyah, zamaniyah atau majaziyah.
Contoh :
جلست في الدار
Aku duduk didalam rumah.
سافرت في المساء
Aku bermusafir di sore hari.
و لكم في القصاص حياة
Dan didalam qishas itu ada jaminan kelangsungan hidup bagi kalian.
b. Mushahabah : Bersama/Beserta.
Contoh :
فخرح على قومه في زينته
Maka keluarlah Qarun pada kaumnya beserta kemegehannya (Pendapat zahir bermakna Dharfiyah).
c. Ta'lil : Alasan.
Contoh :
دخلت إمراة النار في هرة
Perempuan masuk neraka dengan sebab kucing.
d. Isti'lak : Diatas.
Contoh :
ولَأصلبَنكم فِى جذوع النخل
Sungguh aku akan menyalib kalian semua diatas pohon kurma.
e. Bermakna seperti ب : Dengan.
Contoh :
انت خبير في هذا الامر
Engkau pemberi berita dengan ini perkara.
f. Bermakna seperti الى : Kepada.
Contoh :
فَردوا أيْديهم فى أفواههِم
Maka mereka menutupkan tangannya ke mulutnya.
g. Bermakna seperti من : Sebagian dari.
Contoh :
أخذت كتابا في خمسة كتب
Aku mengambil satu kitab dari lima segala kitab.
h. Muqayasah : Analogi/perbandingan.
Contoh :
فما متاع الحياة الدنيا في الآخرة الا قليل
Maka Kenikmatan dunia bila dibanding dengan akhirat hanyalah sedikit.
2. Huruf jar ziyadah.
Huruf في yang menjadi jar ziyadah terbagi dalam 2 bagian.
a. Ta'wiz : Digunakan karena mengganti dari sesuatu kalimat yang dibuang.
Contoh :
اكلت ما رغبت فيه -----> اكلت فيما رغبت
Aku makan sesuatu yang aku senangi padanya
|
Aku makan sesuatu yang aku senangi.
Jumlah فيه dibuangkan dan digantikan dengan في yang men-jarkan ما mausul.
b. Taukid : Masuk pada fiil yang Mutaa'di dengan sendirinya.
Contoh :
و قال اركبوا فيها ----> اركبوها
Dan Nabi Nuh berkata : Naiklah kalian ke bantera . . .
Fiil اركبوا adalah fiil yang Mutaa'di dengan sendirinya.
Jumat, 21 Agustus 2020
Pembagian Ilmu bahasa arab
Untuk mengetahui seluk beluk bahasa Arab lebih dalam dan untuk menilai keindahan kalimat baik prosa maupun puisi, maka sastrawan-sastrawan Arab telah menetapkan 13 cabang ilmu yang bertalian dengan bahasa yang disebut dengan
"Ulumul Arabiyah"
"Ulumul Arabiyah" bisa disebut linguistik Arab itu terdiri dari :
1. Ilmu Lughah: llmu pengetahuan yang menguraikan kata-kata (lafaz) Arab besamaan dengan maknanya. Dengan pengetahuan ini, orang akan dapat mengetahui asal kata dan seluk beluk kata. Tujuan ilmu ini untuk memberikan pedoman dalam percakapan, pidato, surat-menyurat, sehingga seseorang dapat berkata-kata dengan baik dan menulis dengan baik pula.
2. Ilmu Nahwu: Ilmu pengetahuan yang membahas perihal kata-kata Arab, baik ketika sendiri (satu kata) maupun ketika terangkai dalam kalimat. Dengan kaidah-kaidah ini orang dapat mengatahui Arab baris akhir kata (kasus), kata-kata yang tetap barisnya (mabni), kata yang dapat berubah (mu'rab).
Tujuanya adalah untuk menjaga kesalahan-kesalahan dalam mempergunakan bahasa, untuk menghindarkan kesalahan makna dalam rangka memahami Al-Quran dan Hadits, dan tulisan-tulisan ilmiah atau karangan.
Dalam tata bahasa/sintaksis Arab, dikenal istilah Fi'il dan Huruf, jumlah Ismiyah dan Fi'liyah serta Syibhu jumlah. Dalam ilmu Nahwu banyak lagi istilah dan persoalan yang dihadapi yang dapat diteliti dari buku-buku yang banyak tersebar. Pengarangan Ilmu Nahwu bermula ketika Abu Aswad Ad-Duwali mendengar kata-kata arab yang janggal, kemudian beliau menyampaikannya pada Khalifah Ali Bin Abi Thalib.
3. Ilmu Sharaf (morfologi Arab). Ilmu pengetahuan yang menguraikan tentang bentuk asal kata, maka dengan ilmu ini dapat dikenal kata dasar dan kata bentukan, dikenal pula afiks, Sufiks dan infiks, kata kerja yang sesuai dengan masa. Penciptaan llmu Sari ini adalah Muaz bin Muslim.
4. Ilmu Isytiqaq: Ilmu pengetahuan tentang asal kata dan pemecahannya, tentang imbuhan pada kata (hampir sama dengan ilmu Saraf)
5. Ilmu 'Arudh : Yang membahas hal-hal yang bersangkutan dengan karya sastra syair dan puisi. llmu Arudh memberitahukan tentang wazan-wazan (timbangan) syair dan tujuanya adalah untuk membedakan proses dalam puisi membedakan syair dan bukan syair. Dengan ilmu arudh ini dikenal bahar syair seperti berikut ini: bahar thawil, bahar madid, bahar basith, bahar wafir, bahar kamil, bahar hijaz, bahar rajaz, bahar sari' bahar munsarih, bahar khafif, bahar mudhari, bahar muqradmib, bahar mujtas, bahar mutaqarib, bahar Romawi dan bahar mutadarik.
6. Ilmu Qawafi: yang membahas suku terakhir kata dari bait-bait syair sehingga diketahui keindahan syair. Yang memprakarsai adanya Qawafi ialah Muhallil bin Rabi'ah paman Amruul Qaisy.
7. llmu Qardhus Syi'ri yaitu sejenis ilmu pengetahuan tentang karangan yang berirama (lirik), dengan tekanan suara yang tertentu. Gunanya untuk membantu menghafalkan syair dan mempertajam ingatan pembaca syair.
8. Ilmu khat yaitu pengetahuan tentang huruf dan cara merangkaikannya, termasuk bentuk halus kasarnya dan seni menulis dengan indah dapat dibedakan dalam beberapa bentuk mulai dari khat tsulus, Diwan, Parsi dan khat nasakh. Penemu pertama ilmu khat adalah nabi Idris karena beliaulah yang pertama kali menulis dengan kalam.
9. Ilmu Insyak yaitu ilmu pengetahuan tentang karang mengarang surat, buku, pidato, cerita artikel, features dan sebagainya. Gunanya untuk menjaga jangan sampai salah dalam dunia karang-mengarang.
10. Ilmu Mukhadarat yaitu pengetahuan tentang cara-cara memperdalam suatu persoalan, untuk diperdebatkan didepan majlis, untuk menambah keterampilan berargumentasi, mahir bertutur dan terampil mengungkapkan cerita.
11. Ilmu Badi' yaitu pengetahuan, tentang seni sastra, Penemu imu ini adalah Abdullah bin Mu'taz. llmu ini ditujukan untuk menguasai seluk beluk sastra sehingga memudahkan seseorang dalam meletakkan kata sesuai tempatnya sehingga kata-kata tersusun dengan indah, sedap didengar dan mudah diucapkan.
12. Ilmu Bayan ialah ilmu yang menetapkan beberapa peraturan dan kaedah untuk mengetahui makna yang terkandung dalam kalimat. Penemunya adalah Abu Ubaidah yang menyusun pengetahuan ini dalam "Muujazu Al-Quran" kemudian berkembang pada imam Abu qahir disempurnakan oleh pujangga-pujangga Arab lainnya seperti AI-Jahiz, lbnu Mu'taz, Qaddamah dan Abu Hilal Al- Asikari. Dengan ilmu ini akan diketahui rahasia bahasa arab dalam prosa dan puisi, keindahan sastra Al-Quran dan Hadist. Tanpa mengetahui ilmu ini seseorang tidak akan dapat menilai apalagi memahami isi Al-Quran dan Sabda nabi dengan sesungguhnya.
13. Ilmu Ma'ani ialah pengetahuan untuk menentukan beberapa kaedah untuk pemakaian kata sesuai dengan keadaan (situasi dan kondisi) dalam istilah disebutkan "Muthabiq Lil muqtadhal Hal" tujuannya untuk mengetahui I'jaz Al-Quran, keindahan sastra Al-Quran yang tiada taranya.
-
اسم المصدر هو ما دل على معنى المصدر و نقص عن حروف فعله بدون تقدير للمحذوف و لا تعويض منه Isim masdar sama halnya dengan Masdar, dalam artian...
-
Pada saat umur 35, Imam Sibawaihi terlibat perdebatan dengan Imam Kasai. Hal tersebut terjadi di hadapan Yahya bin Khalid (perdana menteri K...






